• Home
  • Publikasi
  • IKAL Sumut Diharap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

IKAL Sumut Diharap Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Administrator Minggu, 16 Juni 2019 12:11 WIB

Ikatan Alumni Lemhanas (IKAL) Sumatera Utara (Sumut) diharapkan berkontribusi secara nyata untuk pembangunan daerah. Terlebih saat ini, Sumut membutuhkan dukungan untuk tenaga untuk mensejahterakan rakyat.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut, Edy Rahyamadi saat bertemu dengan pengurus IKAL Sumut, Jumat (14/6). Edy mengatakan bahwa saat ini, Sumut memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR). Serta satu per satu harus diselesaikan dengan cepat. IKAL harus ikut berkontribusi menyelesaikan masalah-masalah yang ada saat ini. “Kerja nyata untuk masyarakat. Banyak yang harus kita pikirkan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), banjir, sumber air. Lemhanas ini isinya orang-orang yang jago, kita tunjukkan kerja nyata,” katanya.

Mantan ketua PSSI tersebut menambahkan bahwa selain persoalan lingkungan, pertemuan tersebut juga membahas peningkatan rasa kebangsaan. Khususnya di sekolah-sekolah, seperti upacara bendera setiap hari Senin, menyanyikan lagu kebangsaan, membacakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar.

Selaku ketua IKAL Sumut, Edy berharap setiap minggunya IKAL membuat pertemuan untuk merumuskan masalah-masalah di Sumut dan memberikan solusi. “Nanti setiap minggunya IKAL harus rapat, membahas permasalahan-permasalahan yang ada di Sumut. Susun skema dan program kerjanya. Dan satu bulan sekali bertemu dengan saya,” katanya.

Anggota IKAL Prof Subhilhar berharap, komunikasi antara pemimpin-pemimpin daerah di Sumut bisa terjalin dengan baik. Hal itu penting agar masalah-masalah yang ada mudah diselesaikan. Selama ini yang menjadi penghambat adalah komunikasi. Masing-masing daerah bekerja sendiri-sendiri.

“Salah satu penghambat masalah-masalah di Sumut butuh waktu lama untuk terselesaikan adalah komunikasi antara kepala daerah di sini kurang lancar. Masalah yang ada di Sumut tidak sedikit melibatkan beberapa daerah seperti banjir, masalah pencemaran sungai dan lainnya itu tidak bisa dilakukan hanya satu daerah saja, tetapi karena kurangnya komunikasi ini jadi lebih sulit untuk diselesaikan,” katanya.

T#gs IKALIKAL Sumut
FB Comments